Kadisdik Sulsel.Andi Iqbal Najamuddin: Barometer Keberhasilan Kepala Sekolah Tergantung Kinerja.

oleh -410 Dilihat
oleh

Makassar – Suara Pendidikan.Id

Evaluasi jabatan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia dalam dunia pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Iqbal Najamuddin, menegaskan bahwa kinerja kepala sekolah harus menjadi tolok ukur utama dalam proses evaluasi jabatan.

Menurutnya, penilaian jabatan selama ini kerap terjebak pada aspek formalitas. Padahal, dalam sistem evaluasi faktor atau Factor Evaluation System (FES), terdapat sejumlah indikator yang bisa digunakan untuk menilai efektivitas kepemimpinan, termasuk dalam jabatan kepala sekolah.

“Sejatinya, keberhasilan sebuah sekolah itu barometernya ada di kepala sekolah. Evaluasi harus berbasis kinerja, bukan sekadar administratif,” tegas Andi Iqbal Najamuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/8/2025).

Kadisdik Sulsel juga menyoroti pentingnya penguatan Program Sekolah Hijau, sebuah inisiatif yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam dunia pendidikan. Program ini, kata dia, tidak hanya mendukung visi pendidikan berkelanjutan, tetapi juga membentuk siswa sebagai agen perubahan di masa depan.

“Sekolah Hijau itu bukan hanya konsep, tetapi praktik nyata. Ada pemilahan sampah, pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), green house, hingga kawasan bebas asap rokok. Semua itu membentuk kesadaran lingkungan di sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulsel sebelumnya, Andi Sudirman Sulaiman, serta program nasional Kementerian Lingkungan Hidup yang menekankan pentingnya kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan.

Selain berdampak pada keberlanjutan lingkungan, Sekolah Hijau juga membawa manfaat langsung bagi warga sekolah. Lingkungan belajar yang sehat diyakini mampu meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa.

“Bahkan keterampilan hidup siswa terbentuk dari hal-hal sederhana di sekolah, seperti literasi lingkungan, literasi baca Alquran yang sudah berjalan baik, hingga pembiasaan gaya hidup sehat. Perundungan di sekolah pun menjadi tanggung jawab bersama, terutama pihak kepala sekolah,” ungkap Kadisdik Sulsel.

Andi Iqbal Najamuddin menegaskan kembali bahwa keberhasilan seluruh program, baik Sekolah Hijau maupun literasi keagamaan, sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan kepala sekolah.

“Jika kepala sekolahnya kuat, visioner, dan peduli, maka program berjalan dengan baik. Itu sebabnya evaluasi harus melihat sejauh mana kontribusi nyata kepala sekolah terhadap kemajuan sekolahnya,” pungkasnya.

Dengan penekanan pada kinerja, Kadisdik Sulsel berharap evaluasi kepala sekolah tidak lagi sekadar bersifat formalitas, melainkan benar-benar mencerminkan kualitas kepemimpinan dalam membangun generasi masa depan yang cerdas, sehat, dan berkarakter. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *