5 Siswi SMAN 10 Maros jadi finalis olimpiade sains nasional (OSN) jenjang SMA/SMK/MA tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

oleh -1801 Dilihat
oleh

Maros, Suara Pendidikan.Id

Kepala UPT SMAN 10 Maros, Dr. Hj. Rosdiana, S.Pd.,M.Si menuturkan, keberhasilan 5 Siswa menjadi finalis OSN atas kerja keras dan ketekunan Guru pembimbing serta dukungan dari seluruh warga sekolah.

Rosdiana menyebutkan, 5 Siswi yang masuk finalis OSN tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada bidang Kebumian yaitu, Annisa, dan Mhutmainnah yang dibimbing oleh Ibu Rahma, S.Pd. Adapun 3 siswi yang lolos pada bidang ekonomi yaitu, Amanda, Nur Fausia, dan Herlina dibimbing oleh Bapak Muh. Haris, S.Pd, singkatnya.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya atas ketekunan dan kegigihan guru pembimbing yang telah mendampingi siswi sampai hari ini,”jelasnya. “Saya berharap, kolaborasi untuk menjadi lebih baik dan semoga siswi SMAN 10 Maros masuk finalis ditingkat nasional,”tutupnya.(Tim/ Red)

Laporan: Humas SMAN 10 Maros

Responses (6)

    1. Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah bertugas menetapkan kebijakan yang berpihak pada kualitas dan pemerataan akses. Guru sebagai ujung tombak pendidikan perlu diberikan ruang inovasi, pelatihan berkelanjutan, dan penghargaan yang layak. Sementara itu, peran orang tua dalam membentuk karakter siswa di rumah menjadi fondasi penting dalam membangun budaya belajar yang positif.

    2. Hanya dengan kerja bersama, gotong royong, dan rasa tanggung jawab kolektif, Indonesia bisa mencetak generasi unggul yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Maka, mari bergandeng tangan untuk mewujudkan transformasi pendidikan menuju pendidikan bermutu — bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan bangsa.

    1. Transformasi pendidikan juga harus ditopang dengan teknologi yang tepat guna, serta pendekatan pembelajaran yang membebaskan potensi anak didik, sesuai semangat Merdeka Belajar. Kolaborasi lintas sektor, seperti dunia usaha dan komunitas kreatif, dapat menjadi katalis dalam menanamkan keterampilan abad ke-21, kewirausahaan, serta nilai-nilai keberlanjutan.

    2. Pendidikan berkualitas tak lahir dari kerja satu pihak saja. Butuh gotong royong: guru, orang tua, siswa, pemerintah, dan masyarakat.
      Bersama, kita ciptakan ruang belajar yang merdeka, relevan, dan membentuk karakter generasi emas Indonesia. 💡🇮🇩
      #TransformasiPendidikan #KolaborasiPendidikan #MerdekaBelajar #SuaraPendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *