Tudang Sipulung SMK Negeri 2 Makassar: Refleksi, Merajut Asa, Merangkai Cita Bermutu dalam Semesta Bermakna

oleh -1801 Dilihat
oleh

Makassar.Suara Pendidikan.Id

Selama dua hari, Jumat–Sabtu, 18–19 Juli 2025, SMK Negeri 2 Makassar menyelenggarakan kegiatan Tudang Sipulung di Malino sebagai bentuk apresiasi, refleksi, dan penutupan kerja panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang telah berlangsung sejak bulan April.

Mengusung tema “Refleksi, Merajut Asa, Merangkai Cita Bermutu dalam Semesta Bermakna,” kegiatan ini digelar di kawasan pegunungan Malino, Kabupaten Gowa. Keindahan alam dan udara yang sejuk menghadirkan kesan mendalam dalam pertemuan yang penuh makna ini.

Kepala SMK Negeri 2 Makassar, Muh. Kasim Sainong, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kerja keras, loyalitas, dan kekompakan seluruh panitia yang telah menjadi bagian penting dari suksesnya dua kegiatan besar sekolah.

 

“Tudang Sipulung ini adalah ruang untuk menoleh ke belakang, menyadari perjuangan panjang yang telah kita lalui, lalu melangkah ke depan dengan semangat baru. Tanpa kerja keras dan ketulusan kalian, kegiatan SPMB dan MPLS tidak akan berjalan sebaik ini,” tutur beliau.

Kegiatan diawali dengan sesi refleksi bersama, di mana sambutan-sambutan disampaikan oleh kepala sekolah dan guru purnabakti untuk mengenang perjalanan selama menjadi bagian dari tim kerja. Mereka membagikan pengalaman, suka duka, serta pelajaran berharga yang dipetik sepanjang proses. Sesi ditutup dengan karaoke bersama yang berlangsung penuh antusiasme. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi tiap lagu yang dinyanyikan, menciptakan kenangan manis bagi semua yang hadir.

Tidak ada penghargaan berupa sertifikat atau simbol formal lainnya, karena esensi kegiatan ini adalah penghargaan batiniah dan kebersamaan yang terjalin selama proses berlangsung. Dalam suasana yang hangat dan santai, para peserta larut dalam kebersamaan yang syahdu.

Hari kedua ditutup dalam suasana keakraban, dimulai dengan senam pagi dan sarapan bersama yang penuh canda tawa namun tetap membawa makna mendalam. Bagi para panitia, ini bukan sekadar akhir dari tugas, melainkan awal dari pembelajaran kehidupan tentang kerja tim, tanggung jawab, dan dedikasi.

> “Kami tidak mencari pengakuan, tapi kami pulang dengan banyak pelajaran. Menjadi panitia SPMB dan MPLS memberi kami ruang untuk tumbuh,” ungkap Hardiman, salah satu guru SMK Negeri 2 Makassar.

Melalui Tudang Sipulung ini, SMK Negeri 2 Makassar menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses, semangat kebersamaan, serta nilai-nilai yang ditanamkan dan diwariskan. Dari Malino, kisah dan semangat itu akan kembali dibawa ke sekolah  untuk disebar, dijaga, dan dilanjutkan. (Risma)

#Laporan: Humas SMKN 2 Makassar#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *