Siswa SMAN 4 Enrekang Tembus Final Kompetisi Ilmiah Internasional di Kuala Lumpur

oleh -85 Dilihat
oleh

Enrekang- Suara Pendidikan.Id

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Enrekang. Dua siswa SMAN 4 Enrekang, Aril dan Nadilah, berhasil menjadi finalis kompetisi ilmiah internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan membawa karya ilmiah berjudul “Sustainable Tourism and Cultural Preservation in Enrekang Regency: A Model for Local Economic Growth and Heritage Conservation.”

Dalam ajang bergengsi yang diikuti oleh berbagai kampus top dunia dan mahasiswa dari berbagai negara, kehadiran siswa asal Kecamatan Maiwa ini menjadi kebanggaan tersendiri. Mereka tidak hanya mewakili sekolah, tetapi juga membuktikan bahwa pelajar daerah mampu bersaing di tingkat internasional.

“Kami tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Awalnya hanya ingin mengenalkan potensi wisata dan budaya Enrekang, tapi ternyata karya kami mendapat apresiasi tinggi dari panitia,” ujar Nadilah penuh haru, Jum’at (17/10/2025).

Kompetisi ilmiah tersebut menyoroti berbagai isu global, termasuk inovasi lokal, pembangunan berkelanjutan, dan pelestarian warisan budaya. Aril dan Nadilah mengangkat konsep pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal Enrekang yang mampu mendukung ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Prestasi mereka semakin lengkap setelah keduanya mendapatkan beasiswa kuliah di Albukhary International University, Malaysia, sebuah kampus ternama yang dikenal berorientasi pada pengembangan kepemimpinan global dan kemanusiaan.

Kepala SMAN 4 Enrekang menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian siswanya. “Ini bukan hanya kemenangan untuk sekolah kami, tapi juga untuk seluruh masyarakat Maiwa dan Enrekang. Anak-anak ini adalah bukti nyata bahwa semangat, kerja keras, dan doa bisa mengantarkan ke panggung dunia,” ucapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan Aril dan Nadilah hingga ke Malaysia, di antaranya:

1. PGRI Kecamatan Maiwa,
2. BAZNAS Kabupaten Enrekang,
3. Cahaya Mario,
4. Guru-guru SMAN 4 Enrekang,
5. Bapak Midris Sadik,
6. Serta seluruh donatur yang telah membantu dengan tulus, baik secara materi maupun doa.

“Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan para donatur dengan keberkahan yang berlipat. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin,” ucap salah satu guru pembimbing penuh syukur.

Perwakilan Albukhary International University, Dr. Farah Zakiyyah, menyampaikan apresiasinya atas capaian dua pelajar Indonesia itu.

“Kami sangat terkesan dengan presentasi mereka. Penelitian yang menggabungkan aspek budaya dan ekonomi lokal menunjukkan kedewasaan berpikir yang luar biasa untuk level siswa SMA. Kami yakin Aril dan Nadilah akan tumbuh menjadi pemimpin muda yang membawa perubahan bagi masyarakatnya,” ujarnya di sela kegiatan final kompetisi.

Sementara itu, salah satu panitia dari Malaysia Young Innovators Conference (MYIC), tempat kompetisi itu berlangsung, juga menyoroti keberanian Aril dan Nadilah bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas ternama.

“Mereka adalah satu-satunya peserta dari tingkat sekolah menengah yang berhasil masuk final, bersaing dengan mahasiswa S1 dan S2 dari Asia dan Timur Tengah. Ini pencapaian luar biasa,” kata Prof. Ahmad Rashid, selaku Ketua Dewan Juri MYIC.

Kisah Aril dan Nadilah menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dari ruang kelas sederhana di Maiwa, mereka kini menjejakkan langkah di panggung internasional, membawa nama Enrekang dan Indonesia dengan penuh kebanggaan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *