Workshop SMK Go Global Sulsel, Gus Imin Tekankan Link and Match Industri Internasional

oleh -202 Dilihat
oleh

Makassar- Suara pendidikan.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Imin, menegaskan pentingnya percepatan transformasi pendidikan vokasi agar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mampu bersaing dan terserap di pasar kerja global. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Workshop Kepala Sekolah se-Sulawesi Selatan untuk Program SMK Go Global yang digelar di Makassar, Rabu (3/12/2025).

Dalam paparannya, Gus Imin mengungkap fakta yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi dunia pendidikan vokasi Indonesia. Saat ini, jumlah pengangguran lulusan SMK telah mencapai 1,6 juta orang, sementara pasar kerja global justru membuka peluang hampir 2 juta posisi.

“Peluangnya ada, kemampuan anak-anak kita juga besar, tetapi tidak match dengan kebutuhan pasar,” ujar Gus Imin di hadapan ratusan kepala SMK yang hadir.

Menurutnya, persoalan utama terletak pada belum sinkronnya kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan riil dunia kerja internasional. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai simulasi kebijakan strategis yang bahkan telah dilaporkan langsung kepada Presiden RI.

“Bapak Presiden sangat bersemangat. Target penempatan lulusan SMK ke luar negeri dinaikkan dari 300 ribu menjadi 500 ribu, bahkan keesokan harinya diminta lagi naik menjadi 1 juta,” ungkap Ketua Umum PKB tersebut.

Gus Imin menjelaskan, Presiden memahami bahwa investasi negara dalam peningkatan kualitas lulusan SMK, mulai dari upskilling hingga pelatihan bahasa akan kembali langsung ke masyarakat melalui remitansi para pekerja migran.

“Berapa pun rupiah yang dikeluarkan negara, asal kembali ke keluarga dan rakyat, itu yang kita harapkan,” kutipnya.

Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah melalui BP2MI saat ini tengah menuntaskan sistem rekrutmen, penempatan, serta beasiswa persiapan kerja luar negeri. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan efektif pada akhir 2025.

Meski demikian, Gus Imin menegaskan pembenahan tidak boleh hanya dilakukan di hilir. Deteksi talenta peserta didik harus dimulai sejak awal mereka memasuki bangku SMK. Salah satu aspek paling krusial yang perlu segera dibenahi adalah kurikulum bahasa.

“Untuk Jepang misalnya, kebutuhan bahasa dasar bisa dicapai dalam enam bulan. Sementara anak SMK tiga tahun belajar bahasa tapi tidak match. Artinya kurikulumnya yang harus dibenahi,” tegasnya.

Ia pun meminta seluruh kepala sekolah, dinas pendidikan, serta pemerintah daerah untuk berkolaborasi menyiapkan SMK yang benar-benar selaras dengan kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri.

“Saya berharap Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan penempatan terbanyak dan terbaik pada 2026,” pungkasnya.

Workshop SMK Go Global ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Sekda Provinsi Sulsel Jufri Rahman, Anggota DPR RI Fraksi PKB Syamsu Rizal MI, Anggota DPRD Provinsi Sulsel Zulfikar Limolang, dan Iqbal Najamuddin didampingi PLT Sekertaris Disdik Sulsel Mustakim.serta ratusan kepala SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Para guru dan orang tua siswa menyambut positif komitmen pemerintah dalam mendorong lulusan SMK menembus pasar kerja global. Mereka berharap program SMK Go Global benar-benar diimplementasikan secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada tataran wacana dan seremonial.

Seorang kepala SMK peserta workshop menyampaikan bahwa para guru membutuhkan dukungan nyata berupa peningkatan kompetensi pengajar, pembaruan peralatan praktik, serta kerja sama industri yang lebih luas.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya menyiapkan siswanya, tetapi juga gurunya agar mampu mengimbangi tuntutan industri global,” ujarnya.

Sementara itu, para orang tua berharap anak-anak mereka tidak lagi bingung mencari pekerjaan selepas lulus. Mereka menaruh harapan besar agar program ini mampu membuka jalan kerja yang pasti, aman, dan bermartabat di luar negeri.

“Kami ingin anak-anak kami punya masa depan yang jelas, bisa bekerja sesuai keahlian, dan membawa perubahan ekonomi bagi keluarga,” kata salah satu perwakilan orang tua siswa.

Acara ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi pusat dan daerah, sekaligus menjawab harapan guru dan orang tua dalam menyiapkan lulusan SMK Sulawesi Selatan yang unggul, berdaya saing, dan siap menembus pasar kerja global. (Red)

*Editor: Syarif Al Dhin*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *