Pembelajaran Daring di SMA Negeri 2 Enrekang

oleh -188 Dilihat
oleh

Enrekang,- Suara pendidikan.

Selasa 10 Maret 2026

Pembelajaran daring telah menjadi bagian integral dari sistem pendidikan di banyak sekolah, termasuk di SMA Negeri 2 Enrekang. Dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan situasi yang dinamis, sekolah ini telah mengimplementasikan berbagai platform untuk mendukung proses belajar mengajar. Berikut adalah beberapa platform yang digunakan dalam pembelajaran daring di sekolah ini:

Menurut Hadijah,S.S.,M.Pd. Wakasek Akademik dan Kurikulum mengatakan Platform Pembelajaran yang digunakan, yakni :

1. Zoom Meeting
– Zoom digunakan sebagai platform utama untuk video konferensi. Dengan fitur-fitur seperti layar berbagi, ruang breakout, dan rekaman sesi, Zoom memungkinkan interaksi yang lebih hidup antara guru dan siswa.
2. Google Meet
– Selain Zoom, Google Meet juga digunakan untuk kelas daring. Google Meet menawarkan integrasi yang erat dengan Google Workspace, memudahkan guru untuk menjadwalkan pertemuan dan berbagi materi.
3. Learning Management System (LMS)
– LMS yang digunakan memberikan kerangka kerja bagi guru untuk menyusun kurikulum, mendistribusikan materi pelajaran, serta memonitor kemajuan siswa. Melalui LMS, siswa dapat mengakses tugas, mengikuti kuis, dan menerima umpan balik.
4. Google Classroom
– Google Classroom mempermudah pengelolaan tugas dan komunikasi antara guru dan siswa. Guru dapat memberikan tugas, mengumpulkan jawaban, dan memberikan nilai secara efisien.

Adapun manfaat dan tantangan, yakni :
– Fleksibilitas Waktu dan Tempat : Siswa dapat belajar dari mana saja dan kapan saja, asalkan memiliki akses internet.
– Akses Materi yang Lebih Mudah : Semua materi pelajaran dapat diakses secara digital, memudahkan siswa untuk belajar dan meninjau kembali materi kapan saja.

Interaksi yang Berkelanjutan : Meskipun secara fisik terpisah, interaksi antara guru dan siswa tetap dapat berlangsung secara aktif melalui platform daring.
Adapun Tantangannya
– Koneksi Internet : Kualitas pembelajaran sering kali tergantung pada kecepatan dan stabilitas koneksi internet.

Adopsi Teknologi: Tidak semua guru dan siswa merasa nyaman dengan teknologi baru, sehingga diperlukan pelatihan dan adaptasi.

 Keterlibatan Siswa : Memotivasi siswa untuk tetap aktif dan terlibat dalam pembelajaran daring bisa menjadi tantangan tersendiri.

Pembelajaran daring di SMA Negeri 2 Enrekang merupakan langkah maju dalam memodernisasi pendidikan dan memastikan kelangsungan proses belajar-mengajar di tengah tantangan global. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, sekolah ini dapat terus memberikan pendidikan yang berkualitas kepada siswanya. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, perlu adanya kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua dalam mengatasi tantangan yang ada, ungkap Sukayono.(Red)

#Laporan:SMAN 2 Enrekang #

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *