Oleh: Saiful Huda.SH. Ems ( SHE)
jakarta – Suara pendidikan.
menyampaikan pandangannya terkait perkembangan situasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Dalam tulisannya, ia menyatakan bahwa kemenangan Iran sudah berada di depan mata, mengacu pada serangkaian dinamika yang dianggapnya menunjukkan kekuatan Iran dan kelemahan pihak lawan.
Menurut SHE, meskipun Iran terus melakukan pembalasan dengan membombardir Israel dan pangkalan militer AS hingga kapal perang induk AS kabur dari arena pertarungan, Donald Trump masih mendesak Iran untuk mengaku kalah. Ia menyatakan bahwa hal ini kemungkinan terjadi karena AS dan Israel tidak mampu menghadapi gempuran balasan dari Iran sehingga memilih untuk tidak mengakui kekalahan dan malah meminta Iran untuk mengaku kalah terlebih dahulu.
SHE juga menyebutkan bahwa Iran terbukti tidak meminta bantuan langsung kepada negara sekutu seperti China, Rusia, atau Korea Utara, kecuali mungkin sebatas obat-obatan atau keperluan logistik. Sebaliknya, menurutnya, AS dan Israel terus meminta bantuan dari negara sekutunya untuk menghadapi Iran, yang dianggapnya sebagai bukti bahwa Iran masih perkasa sementara pihak lawannya sudah tertekan.
Ia juga menyampaikan bahwa pernyataan Donald Trump mengenai adanya pembicaraan dengan pemimpin Iran terkait di eskalasi perang telah dibantah oleh Iran, yang menyatakan tidak ada pembicaraan semacam itu. Hal ini membuat media di Iran banyak memuat karikatur Donald Trump dengan hidung panjang seperti Pinokio, yang dianggapnya sebagai tanda bahwa Trump telah berbohong.
SHE juga menyentil berita ledakan kilang minyak terbesar di Port Arthur Amerika yang saat ini masih dalam penyelidikan. Ia mengajukan dugaan bahwa ledakan tersebut kemungkinan merupakan serangan rudal jarak jauh dari Iran yang mampu menjangkau hingga 10.000 hingga 12.500 KM, meskipun belum ada bukti yang menguatkan dugaan ini.
Selain itu, ia menyatakan bahwa analis perang dunia sepakat bahwa AS dan Israel mengalami kerugian besar karena menggunakan alutsista mahal yang bisa dihadapi dengan drone dan rudal lawas Iran yang dinilai lebih murah. Ia juga menyebutkan bahwa Israel telah kehabisan rudal canggih dan terpaksa menggunakan rudal jadul yang sudah berumur lebih dari 50 tahun.
Dalam tulisannya, SHE juga menyampaikan bahwa sementara Donald Trump terancam impeachment dan Benjamin Netanyahu dihujat rakyatnya, Iran semakin populer dan mendapatkan dukungan dunia. Ia menyebutkan bahwa Irak telah membantu Iran, sedangkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengkritik Netanyahu dengan menyebut bahwa perang ini adalah urusan Netanyahu namun dunia yang menanggung kerugiannya.
Di bagian akhir tulisannya, SHE mengajak Presiden Prabowo Subianto untuk segera keluar dari Board of Peace (BoP), tidak lagi membungkuk kepada AS, dan fokus pada hal-hal yang lebih besar untuk memajukan nama Indonesia di kancah dunia, serta meninggalkan urusan MBG dan Koperasi Merah Putih yang dinilainya tidak terlalu penting.(She)
25 Maret 2026
Saiful Huda .SH.Ems.( SHE)
Lewati ke konten
