INI KATA KASUBAG :KUNJUNGAN KE SMA 14 DAN SMA 16 LUWU BAJO BARAT: JALAN TANTANGAN, TAPI ADA HARAPAN BESAR UNTUK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN

oleh -234 Dilihat
oleh

Luwu – Suara Pendidikan.

Menyusuri jalan yang penuh tantangan untuk melakukan kunjungan ke dua sekolah menengah atas di Bajo Barat, yaitu SMA Negeri 14 dan SMA Negeri 16 Kabupaten Luwu, bukanlah perjalanan yang mudah. Kedua sekolah yang berlokasi di Desa Kadundung, Kecamatan Bajo Barat, berada di lokasi yang diapit oleh gunung dan menjadi sekolah terjauh di wilayah Kabupaten Luwu.

Kasubag Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Adam Sado, S.Hut, menjelaskan bahwa akses menuju kedua sekolah ini penuh dengan resiko, karena jalan yang digunakan juga menjadi laluan bagi kendaraan perusahaan PT Maspindo. “Kedua sekolah ini merupakan sekolah yang terjauh untuk Kabupaten Luwu, dan medan jalannya penuh dengan resiko karena digunakan juga oleh PT Maspindo, sehingga kita perlu sangat hati-hati di wilayah ini,” dalam kunjungan Adam Sado yang akrab disapa ( Opu) adalah menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Kadisdik Sulsel Andi Iqbal Najamuddin pada hari Sabtu di cafe The Zoel Belopa, terkait bencana alam yang terjadi pada tahun 2024, dimana sekolah SMA 14 Luwu tersebut terkena bencana alam Banjir Bandang, dengan merobohkan pagar sekolah sepanjang 160 meter, saat itu Kadisdik Sulsel Andi Najamuddin turun langsung ke lokasi untuk meninjau SMA 14, Paparnya KASUBAG.

Sementara itu, PLT Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Luwu Bajo Barat, Damis, S.Pd, dalam keterangannya kepada media pada hari Rabu 29/04/2026.

Menyampaikan bahwa sekolahnya masuk dalam zona terdekat dengan PT Maspindo – perusahaan tambang emas yang beroperasi di Luwu. “Lima tahun kedepannya dipastikan akan ada ratusan karyawan yang tinggal di sekitar SMA 14 Luwu, yang diharapkan akan berimbas pada peningkatan jumlah murid yang berminat untuk melanjutkan pendidikan di sini,” ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa untuk saat ini sekolah masih kekurangan jumlah siswa, dikarenakan hanya ada lima sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Bajo Barat.

Berbeda dengan SMA 14, PLT Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Luwu, Rafiunus, S.Pd, saat dikunjungi oleh Adam Sado, S.Hut, menyampaikan bahwa kedatangan Kasubag menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Meskipun jumlah peserta didik hanya 86 orang, sekolah ini memiliki kebanggaan tersendiri karena pada tahun 2025 mendapatkan kesempatan menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Revitalisasi.

“Melalui DAK Revitalisasi, kami telah mendapatkan pembangunan gedung kelas, ruang kerja kepala sekolah, dan ruang tata usaha. Saat ini kami memiliki 16 orang tenaga pendidik dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN), serta 6 orang tenaga administrasi yang juga berstatus ASN,” ungkapnya dengan bangga.(Tim/Red)

Editor: Rizal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *