Bank Indonesia Sulsel Gelar Sosialisasi “Cinta Rupiah” di Palopo.

oleh -208 Dilihat
oleh

Palopo – Suarapendidikan.id
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar sosialisasi edukasi bertajuk “Cinta Rupiah” di Kota Palopo. Dihadiri Kepala Cabang Dinas Wilayah XI Ridwan Syam..S Sos.MM, dihadiri dari jenjang SD.P.SM,dan SMKN SE – Kota Palopo,hari Sabtu tanggal 20/9/2025.

Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Palopo,Asnita.Darwis.S.STP. Program ini menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang rupiah, sistem pembayaran, serta perlindungan konsumen di era digital.

Konsep 3 Cinta Rupiah — Mengenali, Merawat, dan Menjaga — menjadi pokok bahasan utama. Masyarakat diajak mengenali karakteristik dan desain rupiah, memperlakukan rupiah dengan benar, serta melindungi diri dari kejahatan uang palsu.

Kepala Unit Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Izzac Wattimena.menjelaskan bahwa menjaga stabilitas sistem keuangan adalah salah satu tugas penting bank sentral. Untuk aspek mikro, pengawasan lembaga keuangan menjadi kewenangan OJK, sementara BI fokus pada sistem pembayaran dan stabilitas makro.

“Kegiatan edukasi ini kami laksanakan di seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Kali ini, giliran Kota Palopo, setelah sebelumnya di Luwu Utara, Luwu Timur, dan Tana Toraja. Sosialisasi ini diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan rupiah secara bijak serta memahami perkembangan sistem pembayaran digital,” ujar perwakilan BI.

Sosialisasi “Cinta Rupiah” tidak hanya menyentuh dunia pendidikan, tetapi juga melibatkan universitas, industri keuangan, pengembang, komunitas, hingga organisasi masyarakat. Tujuannya, agar edukasi tentang rupiah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

“Edukasi adalah proses yang tidak boleh berhenti. Bukan hanya di seminar atau ruang kelas, tapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan begitu, kita bisa membentuk generasi muda yang sadar, peduli, dan cerdas dalam mengelola rupiah maupun menghadapi perkembangan ekonomi digital,” imbuhnya.

Program ini akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang, dengan penekanan pada kolaborasi lintas sektor agar pesan edukasi semakin efektif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palopo, Asnita Darwis, S.STP, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia dan dunia pendidikan. Menurutnya, guru adalah ujung tombak dalam menyebarkan edukasi literasi keuangan kepada generasi muda.

“Syukur Alhamdulillah kita bisa berkumpul hari ini dalam rangka sosialisasi yang sangat bermanfaat dari Bank Indonesia. Saya menyambut baik inisiatif ini karena guru adalah punggung utama dalam mendidik siswa. Apa yang kita terima hari ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran, baik di tingkat dasar maupun menengah,” ungkap Asnita.

Ia menjelaskan bahwa materi yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga aplikasi digital yang bisa digunakan untuk mengajarkan siswa tentang penggunaan uang, termasuk sistem pembayaran modern. “Harapan kami, para guru yang hadir hari ini menjadi agen perubahan. Materi dan aplikasi yang didapat bisa dibagikan kembali kepada rekan-rekan guru lain, sehingga edukasi ini menyebar luas di sekolah-sekolah,” tambahnya.

Asnita juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai perkembangan ekonomi digital sejak dini. “Anak-anak kita, khususnya di jenjang SMP dan SMA, sebagian besar sudah memiliki gawai. Karena itu, penting bagi guru membekali mereka dengan literasi keuangan digital agar lebih bijak dalam menggunakan uang dan memahami perlindungan konsumen,” ujarnya.

Program “Cinta Rupiah” merupakan bagian dari agenda edukasi berkelanjutan BI Sulsel yang akan terus digulirkan setiap tahun. Melalui sinergi dengan dunia pendidikan, universitas, industri keuangan, komunitas, hingga organisasi masyarakat, BI berharap literasi keuangan dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Dengan kolaborasi lintas sektor, kita ingin membentuk generasi muda yang sadar, peduli, dan cerdas dalam mengelola rupiah serta memanfaatkan sistem pembayaran digital dengan bijak,” tutup perwakilan BI Sulsel. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *