Kemendikdasmen Luncurkan Bantuan Studi S1-D4 Untuk Guru: 12.500 Kuota Diselenggarakan DI 112 Perguruan Tinggi 

oleh -121 Dilihat
oleh

Jakarta, SuaraPendikanID Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan mewujudkan visi pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan program bantuan pemerintah untuk penyelesaian studi Strata Satu (S1) dan Diploma Empat (D4) khusus bagi para guru di Indonesia. Kamis (7/8/2025)

Program ini menjadi tindak lanjut langsung dari janji Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kualifikasi akademik tenaga pendidik. Hal ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mewajibkan guru memiliki kualifikasi minimal S1 atau D4.

“Tahun ini, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 12.500 guru untuk melanjutkan pendidikan S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL di 112 perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam sambutannya pada acara “Kado HUT RI dari Presiden untuk Guru” yang digelar di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat.

RPL adalah sebuah pendekatan inovatif dalam pendidikan tinggi yang mengakui pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya sebagai bagian dari capaian akademik, memungkinkan guru menyelesaikan studi dalam waktu singkat.

Suparto, Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal, menjelaskan bahwa dalam program ini, beban SKS untuk guru akan jauh berkurang.

“Program RPL memungkinkan pengalaman guru dibobot hingga 70% dari total 144 SKS. Sehingga, program bisa selesai hanya dalam dua semester atau satu tahun,” terang Suparto.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa seluruh proses pembelajaran dilakukan secara daring (online), memungkinkan para guru tetap menjalankan tugas mengajarnya tanpa terganggu.

Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTKPG), menegaskan bahwa program ini memiliki skema afirmasi, dengan prioritas utama bagi guru senior berusia 50-55 tahun yang telah lama mengabdi namun belum memenuhi kualifikasi akademik.

“Kami ingin memberikan intervensi strategis agar guru-guru senior dapat mengikuti PPG dan memperoleh hak atas Tunjangan Profesi Guru (TPG),” jelas Nunuk.

Peserta program RPL akan mendapatkan bantuan biaya sebesar Rp 3 juta per semester yang akan disalurkan langsung ke Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang bekerja sama. Uniknya, tidak ada kewajiban skripsi bagi peserta program ini — cukup mengikuti pembelajaran hingga tuntas.

Peluncuran program ini menjadi bagian dari reformasi pendidikan nasional yang menyasar pada penguatan kualitas guru secara sistemik. Pemerintah menegaskan komitmennya bahwa pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud melalui guru yang profesional, terdidik, dan sejahtera.

“Ini bukan hanya soal janji, ini adalah langkah nyata. Kita ingin memastikan setiap guru di pelosok negeri memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengajar secara bermartabat,” pungkas Menteri Abdul Mu’ti.

INFO TAMBAHAN

– Total Kuota: 12.500 guru.

– Perguruan Tinggi Mitra: 112 PTN/PTS.

– Skema: RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau).

– Durasi Studi: ± 2 Semester (1 Tahun).

– Metode: Daring (online).

– Bantuan Biaya: Rp 3 juta/semester.

– Tanpa Skripsi

Untuk informasi lebih lanjut terkait teknis pendaftaran dan jadwal pelaksanaan program RPL, guru dapat mengakses laman resmi Kemendikdasmen atau menghubungi Dinas Pendidikan setempat. (Red)

Kontak Media: Humas Kemendikdasmen

Email: humas@kemendikdasmen.go.id

Telepon: (021) 1234567

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *