Belopa Suara Pendidikan.Id
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Palopo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang menjadi produk lokal unggulan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi UMKM yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Sabtu (21/9/2025).
Acara tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Luwu, Muh. Devi Bijak, dan dihadiri Kepala Cabang PNM Palopo dan Luwu Raya, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Luwu, perwakilan Bank BRI, Pegadaian, Kemenag, para nasabah PNM, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan salam dari Bupati Luwu yang tidak dapat hadir karena sedang menjalani kunjungan kerja di Jakarta. Ia menekankan pentingnya peran UMKM dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. Di Kabupaten Luwu, UMKM sudah terbukti memberikan kontribusi nyata, menciptakan lapangan kerja baru, dan menjaga daya saing ekonomi. Bahkan saat pandemi melanda, UMKM mampu bertahan dan tetap bergerak,” kata Devi Bijak.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam memperkuat UMKM sehingga dapat menjadi motor penggerak perekonomian yang berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan pemateri dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Luwu yang menekankan pentingnya legalitas usaha. Pelaku UMKM didorong untuk memiliki Nomor Induk Perusahaan (NIP) agar usaha mereka dapat berkembang lebih profesional sekaligus mempermudah akses terhadap berbagai program pemberdayaan.
Selain itu, pimpinan PNM Cabang Palopo yang membawahi Luwu Raya, Eka Pradana Wijaya, mengungkapkan bahwa PNM memiliki model pemberdayaan khusus, terutama bagi kelompok perempuan.
“Untuk menjadi nasabah PNM, harus membentuk kelompok usaha dengan anggota perempuan. Fokus kami bukan sekadar mengejar target, tapi bagaimana usaha bisa berkembang, membuka lapangan kerja baru, hingga nantinya layak mendapatkan akses permodalan lebih besar,” jelasnya.
Eka menambahkan, meski PNM berada dalam naungan Bank BRI bersama Pegadaian, masing-masing memiliki tugas yang berbeda. PNM hadir untuk mendampingi usaha mikro agar bertumbuh dan siap naik kelas. Hingga kini, jumlah nasabah PNM di wilayah Luwu Raya telah mencapai 17 ribu orang.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan UMKM di Kabupaten Luwu semakin berdaya, mampu menciptakan produk lokal yang unggul, dan menjadi kebanggaan daerah di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Devi Bijak menegaskan bahwa UMKM adalah salah satu penopang utama perekonomian daerah maupun nasional.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. Di Kabupaten Luwu, UMKM telah berkontribusi nyata dengan membuka banyak lapangan kerja baru, menjaga daya saing ekonomi, bahkan saat pandemi mampu bertahan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat UMKM ke depan.
“Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia usaha akan menjadikan UMKM motor penggerak perekonomian daerah yang berkelanjutan,” tegasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan pemateri dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Luwu. Kepala Bidang Koperasi, Sahrir, menegaskan besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.
“UMKM adalah penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia, mencapai 97 persen. Ini sebuah kebanggaan bagi para pelaku UMKM. Karena itu, pelaku usaha perlu semakin meningkatkan profesionalitasnya,” jelasnya.
Sahrir juga mengingatkan pentingnya legalitas usaha untuk mempermudah akses pendampingan dan pembiayaan.
“Setiap pelaku UMKM sebaiknya memiliki Nomor Induk Perusahaan (NIP) agar dapat diakui secara resmi sebagai pelaku usaha yang baik dan profesional,” tambahnya.
Sosialisasi ini menjadi ajang penting bagi pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM untuk menyatukan langkah dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pemberdayaan usaha lokal.
Sementara itu, secara terpisah, Pimpinan PNM Cabang Palopo yang membawahi wilayah Luwu Raya, Eka Pradana Wijaya, menjelaskan mekanisme dan tujuan pemberdayaan yang dilakukan PNM.
“Untuk menjadi nasabah PNM, harus membentuk kelompok usaha yang seluruh anggotanya perempuan. Tujuan kami bukan sekadar mengejar target, melainkan bagaimana kelompok usaha ini bisa membuka lapangan kerja baru dan berkembang secara mandiri,” jelas Eka.
Saat ditanya mengenai kerja sama dengan pihak Bank BRI, Eka menegaskan bahwa meski PNM dan Pegadaian sama-sama berada di bawah naungan BRI, program yang dijalankan memiliki perbedaan fokus.
“Kami di PNM tidak berbicara target, tapi bagaimana usaha mikro bisa tumbuh. Kalau sudah berkembang, pelaku usaha bisa difasilitasi dengan akses modal yang lebih besar, bahkan hingga ratusan juta rupiah, tentu dengan syarat adanya jaminan,” terangnya.
Eka juga mengungkapkan bahwa keberadaan PNM di wilayah Luwu Raya mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Saat ini jumlah nasabah PNM di Luwu Raya sudah mencapai 17 ribu orang. Kami berharap jumlah ini terus bertambah seiring semakin banyaknya masyarakat yang mau berwirausaha,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pendampingan PNM, UMKM di Kabupaten Luwu diharapkan mampu melahirkan produk lokal yang unggul, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Nas/Red)
Laporan: Nasrullah, Belopa .
#Editor: Syarif Al Dhin#
Lewati ke konten
